JAMBI – Guru honorer Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Jambi yang berada di bawah wewenang Dinas Pendidikan Provinsi Jambi belum menerima honor. Honor yang seharusnya mereka terima setiap bulannya itu, sudah tidak dibayar sejak Juli 2016 lalu. Hingga saat ini, masih belum ada kabar kapan honor tersebut akan dibayarkan.
Salah satu guru honorer SLB di Kota Jambi mengatakan, bahwa berdasar kabar yang beredar, honor tersebut akan dirapel hingga bulan Desember nanti. “Enam bulan katanya mau dirapel, itu terlalu lama. Kasian kami, sudah sejak Juli belum terima gaji,” katanya sembari minta namanya dirahasiakan.
Hal ini bukan hal yang baru, sebelumnya, honor mereka juga sering telat dibayar. Mereka khawatir, jika dijanjikan akan dirapel, tidak akan ditepati. Mengingat banyaknya pemberitaan di media, bahwa pemerintah sedang defisit anggaran. “Apa benar juga itu akan dibayar. Yang jelas sekarang kami hanya meminta hak kami dibayar,” paparnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Zumi Zola ketika dikonfirmasi Jambi Independent (Induk Radar Sarko) mengatakan, saat ini tidak hanya Provinsi Jambi saja yang sedang mengalami defisit anggaran. Namun secara nasional, sefisit anggaran tengah terjadi. Ada pemotongan belanja di berbagai sektor, namun tidak untuk gaji atau honor pegawai. “Pemotongan di perjalanan dinas, pengadaan ATK, namun tidak untuk gaji atau nonr pegawai. Pemotongan tidak berpengaruh terhadap gaji atau honor tersebut,” katanya.
Tenaga honor sendiri, kata dia, diangkat dengan menggunakan surat kontrak dari instansi terkait. Akan ada pertimbangan juga apakah kontraknya setelah habis akan diperpanjang atau tidak. Ini disesuaikan dengan kinerja yang bersangkutan selama kontrak masih berlaku.
Kemudian ada alasan lain, apakah jumlah honorer yang ada sudah cukup atau malah berlebih. Karena kalau berlebih, tentu akan menjadi beban anggaran. “Ada alasan kenapa kontraknya tidak diperpanjang atau diperpanjang. Namun untuk lebih jelasnya tentang honor, tanyakan langsung kepada instansi terkait. Kenapa belum dibayar,” katanya.
Terpisah, Rahmat Derita, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi ketika dikonfirmasi mengatakan honor guru honorer SLB di bawah Dinas Pendidikan Prvinsi Jambi tidak akan terganggu dengan adanya pemotongan anggaran. Dia juga mengatakan, isu bahwa honor tersebut akan dibayar rapel selama enam bulan pada Desember mendatang adalah tidak benar. Honor itu, lanjutnya dibayar per tiga bulan. “Itu yang belum dibayar adalah hnor triwulan ke tiga. Dalam waktu dekat akan segera dibayar,” katanya.
Ditanya mengenai uang komite yang digunakan untuk membayar honor guru, Rahmat mengatakan tidak dilarang. Namun, uang komite dipungut terhadap orang tua yang benar-benar mampu dan tanpa paksaan. “Komite itu kan berdasarkan rapat, terdiri dari orang tua, dan juga alumni sekolah. Orang tua pun dicari adalah yang benar-benar mampu, tidak boleh memberatkan,” tandasnya. (enn/usa).
























